
Para menteri keuangan zona euro kemarin sepakat untuk menambah sumber daya IMF sebesar 150 miliar euro dalam rangka mengatasi krisis dan mendapat dukungan dana juga dari beberapa negara Eropa di luar blok itu. Tapi masih belum jelas apakah mereka mampu mencapai target 200 miliar euro setelah Inggris menolak ikut.
Melalui pembicaraan lewat telepon, para menteri keuangan zona euro mengatakan negara luar zona euro seperti Republik Ceko, Denmark, Polandia dan Swedia juga akan mengkontribusi pinjaman ke IMF untuk menyelamatkan zona euro. Tapi mereka mengatakan pinjaman itu harus mendapat persetujuan di parlemen masing-masing.
Sedangkan Inggris menegaskan tidak akan berpartisipasi, makanya tidak mencapai target. Hal ini membuat zona euro semakin bergantung pada negara besar di luar Eropa, seperti China dan Rusia. Kedua negara itu baru sekedar menyampaikan retorika siap membantu Eropa. Sedangkan AS masih khawatir dengan eksposur lembaga itu ke zona euro.
Para pemimpin menetapkan target terkumpul dana 200 miliar euro, disepakati dalam pertemuan 8-9 Desember lalu, selambatnya kemarin. Negara zona euro akan menyediakan 150 miliar euro tambahan dana melalui pinjaman bilateral ke IMF,” kata menteri keuangan dalam pernyatannya. “Uni Eropa akan memyanbut anggota G-20 dan negara kuat lainnya untuk membantu upaya melindungi stabilitas finansial global dengan berkontribusi menambah sumber daya IMF,” tambahnya.
Penambahan dana IMF dianggap sebagai salah satu pilar dalam strategi memperkuat kapabilitas amunisi zona euro dan membangun pertahanan yang lebih kuat untuk masa depan. Pilar lainnya adalah membuat dana talangan Eropa, EFSF, lebih fleksibel dalam mengatasi masalah utang.
0 komentar:
Posting Komentar